Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Kalbar Serahkan LKPJ Tahun 2020 ke Dewan, Kalbar Tidak Mengalami Defisit

Rabu, 24 Maret 2021 | Maret 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-24T08:03:34Z
 
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum.,saat menyerahkan Laporan  Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Kalbar M. Kebing L, S.H., di ruang Balairung Sari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (23/3/2020). (Foto:Humas Pemprov Kalbar)


Pontianak, Detakterkini.com- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menyerahkan Laporan  Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Kalbar M. Kebing L, S.H., di ruang Balairung Sari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (23/3/2020).


Dalam LKPJ Tahun Anggaran 2020 itu, Gubernur Kalbar mengatakan, penyerapan pendapatan daerah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 97,68 persen dari target yang ditentukan.


“Bahwa Pendapatan Daerah sebesar Rp. 5,799 Triliun lebih, dengan realisasi sebesar Rp. 5,665 Triliun lebih atau 97,68 persen. Terdiri dari PAD Rp. 2,154 Triliun lebih, Dana perimbangan Rp. 3,506 Triliun lebih, serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar  Rp. 4,137 Miliar lebih,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum.


Sedangkan untuk belanja daerah pada tahun anggaran 2020 sebesar 6,326  Triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp. 5,879 Triliun atau 92,93 persen yang meliputi belanja langsung maupun belanja  tidak langsung.


“Belanja Tidak Langsung yang direncanakan sebesar Rp. 3,721 Triliun lebih yang terealisasi sebesar Rp. 3,459 Triliun lebih atau 92,98 persen. Sedangkan untuk Belanja Langsung yang direncanakan sebesar Rp. 2,605 Triliun lebih, yang terealisasi sebesar Rp. 2,419 Triliun lebih atau 92,85 persen,” ujarnya.


Untuk Penerimaan Pembiayaan Daerah pada Tahun Anggaran 2020  ditetapkan sebesar Rp. 577,26 Miliar lebih yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Daerah sebesar Rp. 50 Miliar, sehingga pembiayaan netto menjadi Rp. 527,26 Miliar.


“Maka dari data tersebut secara total tidak terjadi defisit anggaran di tahun 2020,” tegasnya.


Pelaksanaan pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar selain didukung oleh APBD juga mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat berupa dana Dekonsetrasi dengan anggaran sebesar Rp.105 Miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 97 Miliar lebih atau 92,16 persen. Untuk Tugas pembantuan dengan nilai anggaran sebesar Rp. 136 Miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 110 Miliar atau 81,03 persen.


“Dana Alokasi Khusus Rp. 373 Miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 349 Miliar lebih atau 93,42 persen,” kata Gubernur Kalbar H. Sutarmidji. S.H., M.Hum.


Adapun capaian pembangunan pada tahun 2020 yang lalu, Pemerintah Provinsi Kalbar pada misi yang telah ditetapkan yaitu mewujudkan percepatan pembangunan infrastrukur yang dapat dilihat dari Indek Infrastruktur Kalbar mencapai 67,28 persen selaras dengan kebijakan nasional yang menitik beratkan pembangunan Infrastruktur sebagai prioritas yang utama.


“Rasio elektrifikasi yang mencapai 92 persen, Persentase Kemantapan jalan Provinsi sebesar 60,05 persen, persentase irigasi provinsi dalam kondisi baik sebesar 53,68 persen, persentase rumah tangga berakses air minum sebesar 66,30 persen dan persentase rumah tangga berakses sanitasi sebesar 64,35 persen. Untuk tata kelola pemerintahan berkualitas dengan prinsip-prinsip good governance dilihat dari Indeks Reformasi Birokrasi B (68,15) dan SAKIP B (65,85),” ujarnya.


Lanjutnya, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas produktif dan inovatif dapat diketahui dari hasil capaian berupa peningkatan IPM Kalbar yang berada di angka 67,66 poin dengan komponen pendidikan meliputi rata-rata lama sekolah yang mencapai 7,37 tahun dan angka harapan lama sekolah mencapai 12,6 tahun.


“Komponen kesehatan, angka harapan hidup mencapai 70,69 tahun dan komponen ekonomi pengeluaran per kapita per tahun Rp. 8,93 juta,” paparnya.


Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Kalbar terkontraksi 1,82 persen lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional yang menggalami terkontraksi sebesar 2,07 persen. 


“Jumlah desa mandiri pada tahun 2020 sebanyak 159 desa mandiri naik secara signifikan dari yang ditargetkan 214 desa mandiri. Indeks gini ratio pada angka 0,325 poin yang menunjukan bahwa pendapatan masyarakat Kalbar relative menjadi semakinmerata dan angka kemiskinan berada di 7,17 persen serta tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,81 persen,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update