Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Mafia Tanah di Kalbar Rugikan Korban Rp 2 Miliar

Detak Terkini
Selasa, 08 Februari 2022, Februari 08, 2022 WIB


Ilustrasi tersangka. Foto: Fitra Andrianto/kumparan


Pontianak, DetakTerkini.com - Kasus dugaan mafia tanah dengan tersangka IS (56) dan AB (50), yang merugikan korban Rp 2 miliar, kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar).


Sejak dilaporkan pada Juli 2020 dan ditetapkan sebagai tersangka 11 Juni 2021, berkas perkara kedua tersangka sempat bolak-balik antara penyidik kepolisian dengan jaksa penuntut umum (JPU), dan baru dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka pada Kamis 3 Februari 2022.


“Sekarang perkaranya sudah dilimpahkan atau tahap II, dari penyidik ke jaksa penuntut umum pada Kamis pekan lalu,” kata Kasi Penkum Kejati Kalbar, Pantja Edy Setiawan, Selasa, 8 Februari 2022 dikutip dari Hi!Pontianak.


Pantja melanjutkan, saat ini kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIA Pontianak, untuk proses pengadilan. “Nantinya yang akan menuntut adalah Seksi Pidana Umum di Kejaksaan Negeri Pontianak,” ucap Pantja.


Sebelumnya, Polda Kalbar menetapkan IS (56) dan AB (50) sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah yang menjadi perhatian masyarakat ini. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.


Perkara dugaan mafia tanah ini bermula tahun 2014. Saat itu, korban bernama Syukur, bertemu dengan AB dan IS atas perantara YN. Mereka menawarkan sebidang tanah seluas 10 hektare depan bekas kantor PT Wana Bangun Agung (WBA), di Jalan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.


Awalnya, tanah tersebut dipatok seharga Rp 250.000 per meter. Setelah proses negosiasi, disepakati seharga Rp 200.000 per meter.


“Saya tanya ke mereka, apakah tanahnya sudah bersertifikat, dijawab belum. Tapi mereka menjamin 1.000 persen, bahwa tanah itu milik mereka dan tidak bermasalah,” kata Syukur.


Untuk meyakinkan Syukur, IS dan AB menunjukkan surat jual beli tanah, peta bidang yang dikeluarkan oleh kepala desa setempat, dan surat pernyataan tentang penguasaan tanah yang juga diketahui oleh kepala desa.


Keduanya juga menyanggupi dan berjanji akan mengurus sertifikat tersebut. “Sekitar Oktober 2014, IS dan AB meminta uang sebagai tanda jadi untuk mengurus sertifikat tanah. Lalu saya serahkan uang tunai sebesar Rp 300 juta, dengan dibuatkan bukti kwitansi,” ucap Syukur.


Kemudian, lanjut Syukur, secara bertahap, sampai tahun 2016, telah diberikan uang baik secara tunai maupun transfer kepada IS dan AB, dengan total Rp 2,19 miliar. “Semua bukti penyerahan tercatat dalam akuntansi,” jelas Syukur.


Kemudian pada Desember 2016, Syukur didatangi seseorang yang mengatakan, bahwa tanah yang akan dibelinya itu telah memiliki sertifikat atas nama orang lain. Orang tersebut juga menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan.


Tak puas sampai di situ, Syukur juga segera mengkonfirmasi kepada pihak BPN Kubu Raya. Dan ternyata, obyek tanah tersebut saat ini telah dikuasai orang lain, berdasarkan sertifikat hak miliki bernomor 3.846, yang dikeluarkan pada tahun 1982. “Dari situ saya kemudian tahu bahwa tanah tersebut bermasalah,” ungkap Syukur.

Kejati Kalbar Bentuk Tim

Untuk memerangi mafia tanah, Kejaksaan Tinggi Kalbar telah membentuk tim pemberantasan mafia, salah satunya mafia tanah. Pembentukan tim tersebut direspons dengan adanya 6 perkara dugaan mafia tanah.


"Sekarang masih dalam kajian, dan juga ada beberapa perkara yang diduga terkait mafia tanah, masih dalam pemeriksaan. Kendala yang dihadapi memang tidak mudah untuk mengungkapnya, karena waktunya sudah lama, dan dilakukan secara terstruktur dan terlihat sangat rapi," kata Kajati Kalbar, Mashyudi, dalam keterangan tertulisnya.


Masyhudi menambahkan, untuk menangani perkara dugaan mafia tanah, perlu kecermatan dan kehati-hatian, akan tetapi pihaknya tetap berusaha mengungkap dengan bukti-bukti. "Harapannya masyarakat mendapatkan keadilan atas hak-haknya," ucap Mashyudi.


Komentar

Tampilkan

  • Mafia Tanah di Kalbar Rugikan Korban Rp 2 Miliar
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed